Jumat, 20 Juni 2014

METODE WATERFALL

Metode Waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian.(Pressman, Roger S. 2001):


Tahapan Metode Waterfall

Tahap-tahap dalam menggunakan metode waterfall yaitu:
1. Requirement (analisis kebutuhan),
2. Design sistem (system design),
3. Coding & Testing,
4. Penerapan Program,
5. Pemeliharaan.

    Requirement (analisis kebutuhan).
        Dalam langakah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa melakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur.

Design System (design sistem)
          Proses design akan menterjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat koding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural.

Coding & Testing (penulisan sinkode program / implemention)
        Coding merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.

Penerapan / Pengujian Program (Integration & Testing)
        Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan  sebuah sistem.

Pemeliharaan (Operation & Maintenance)
        Perangkat lunak yang susah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan.

Manfaat dari metode ini adalah metode ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah.


sumber: http://mbahsecond.blogspot.com/2013/10/metodologi-pengembangan-waterfall.html






Tidak ada komentar:

Posting Komentar